MODE BACA · BAB 05
Dengarkan retakan pertamanya
Atur api dan udara. Amati perubahan warna, ikuti kurva, dan temukan saat yang tepat untuk menurunkan biji.
Dari hijau menuju cokelat
Sangrai mengubah biji melalui pemanasan, pelepasan air, dan reaksi kimia. Biji menguning, mencokelat, kemudian mengalami first crack: retakan yang terdengar saat struktur biji berubah.
Rujukan: D-S19 · DrafApi punya jeda
Drum menyimpan panas. Perubahan api tidak langsung muncul sebagai perubahan laju suhu biji. Grafik game mengajarkan inersia ini; angka probe dan kurva mesin nyata berbeda, sehingga simulasi tidak menjadi instruksi pengoperasian roaster.
Rujukan: D-S20 · DrafWarna, waktu, dan rasa
Agtron menyatakan warna sangrai. Agtron bubuk dan biji utuh berbeda; hasil game menyebut basis bubuk. Sangrai lebih gelap cenderung memperkuat pahit dan karakter sangrai, sedangkan pengembangan lebih lama cenderung menurunkan keasaman. Radar menunjukkan tren umum, bukan profil lot tertentu.
Rujukan: D-S21 · DrafBerat yang berkurang
Biji kehilangan air dan senyawa lain selama sangrai, sehingga berat hasilnya berkurang. Susut yang diperkirakan game mengikuti interpolasi penelitian dan tetap perlu dibedakan dari pengukuran batch asli.
Rujukan: D-S22 · DrafIstirahat sebelum diseduh
Biji yang baru disangrai masih melepaskan karbon dioksida. Disangrai di Pakualaman, Yogyakarta, dan dikirim 1–4 minggu setelah sangrai: sudah diistirahatkan dan siap diseduh. Tidak ada angka hari istirahat ideal universal yang diklaim dalam game.
Rujukan: D-F03 · DrafAngka & sumber bab ini
D-S19 · Fase pengeringan di mesin sangrai berakhir di sekitar 150 °C suhu biji; first crack di sekitar 196 °C. Angka probe berbeda antarmesin
2024; 2025 · [Lindsey dkk. 2024, Sci Rep](https://doi.org/10.1038/s41598-024-80385-3); [Anokye-Bempah dkk. 2025, Sci Rep](https://doi.org/10.1038/s41598-025-06601-w)
Diakses 2026-10-06. Impor PRD; belum diverifikasi ke sumber primer.
Buka sumber ↗D-S20 · Susut bobot sangrai sekitar 12% (terang), 14–16% (sedang), dan 18–20% (gelap). ICO memakai faktor 1,19, setara susut sekitar 16%
2008; 2024 · Lindsey dkk. 2024; [Bekedam dkk. 2008](https://doi.org/10.1021/jf800999a); [ICO, faktor konversi](https://ico.org/documents/Key%20documents/kd-conversion-factors-e.pdf)
Diakses 2026-10-06. Impor PRD; belum diverifikasi ke sumber primer.
Buka sumber ↗D-S21 · Biji sangrai menyimpan CO₂ 1–2% dari beratnya. Biji light roast utuh masih melepas gas setelah sebulan (pada 35 °C). 40–73% gas lepas dalam hitungan menit setelah digiling
2018 · [Smrke dkk. 2018, J Agric Food Chem](https://doi.org/10.1021/acs.jafc.7b03310)
Diakses 2026-10-06. Impor PRD; belum diverifikasi ke sumber primer.
Buka sumber ↗D-S22 · Makin gelap sangrainya, makin pahit, dan rasa manis serta buahnya turun. Pengembangan lebih lama menurunkan keasaman. Sangrai tidak mengubah body
2020 · [Münchow dkk. 2020, Beverages](https://doi.org/10.3390/beverages6020029)
Diakses 2026-10-06. Impor PRD; belum diverifikasi ke sumber primer.
Buka sumber ↗D-F03 · Rentang 10 log sangrai Flo, batch 1,5 kg: suhu masuk 175–185 °C; titik balik pada 1:07–1:13 di 100–107 °C; kuning (sekitar 150 °C) pada 3:23–4:07; first crack pada 6:48–8:17 di 191–196 °C; biji turun pada 8:01–10:09 di 197–205 °C, atau 4–12 °C di atas first crack; pengembangan 1:13–2:09 (14–22% dari total waktu)
Jul–Sep 2026 · `flo-data/artisan-logs`. Empat file lain di folder itu adalah contoh bawaan Artisan dari roastery lain dan tidak dipakai
Diakses 2026-10-06. Impor PRD; belum diverifikasi ke sumber primer.
Buka sumber ↗D-F04 · Profil sangrai per kopi: kopi Filter "light-medium", Jagong Jeget "light", blend Laras "medium (espresso)"
live · field `roastProfile` di API toko
Diakses 2026-10-06. Impor PRD; belum diverifikasi ke sumber primer.
Buka sumber ↗D-F05 · Kalimat resmi tentang sangrai dan pengiriman
2026 · Aturan copy (8.8)
Diakses 2026-10-06. Impor PRD; belum diverifikasi ke sumber primer.
Buka sumber ↗